Lifestyle

Cerita Perjalan Kampung Inggris Pare Kediri

www.ela-runs.com – Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan memberi tahu Anda tentang pengalaman saya di Kampung Inggris Pare yang akan datang pertama kali. Ketika saya datang ke sini, saya masih bingung karena saya belum punya teman satupun di sini. Ketika saya turun dari bus, saya hanya menggelengkan kepala. Saya melihat banyak orang melakukan aktivitas di depan saya.

Cerita Perjalan Kampung Inggris Pare Kediri

Kebetulan, saya mendengar adzan dari Masjid. Kemudian, saya mencoba menemukannya. Alhamdulillah, saya bisa menemukannya. Saya menaruh barang-barang saya di depan masjid, setelah iman itu menyelamatkan saya akan siap untuk mengambil wudhu.

Setelah itu, saya dibawa berdoa dan kemudian beristirahat di depan masjid. Saya masih bingung, karena saya tidak tahu harus melakukannya. Jadi, saya berdoa semoga Allah memberi saya cara untuk melewatinya. Saya pikir Allah mendengarkan saya. Dia memberi saya cara. Saya bertemu dengan seseorang yang telah membaca Al Quran. Saya memperkenalkan diri saya kepadanya dan meminta kepadanya untuk memperkenalkan dirinya kepada saya.

Baca Juga : Galabo, Pusat Wisata Kuliner Asyik di Kota Solo

Sebenarnya, dia sudah datang seminggu yang lalu. Jadi, dia tahu lebih banyak tentang Kampung Inggris. Dia berbicara tentang dirinya, cara-caranya, dan juga tentang kisah-kisahnya. Begitu juga saya. Dan kemudian, saya bertanya lebih banyak tentang Kampung Inggris. Tentang biaya asrama, kamp, ​​dan juga tempat kursus. Dia macam. Dia menjawab banyak pertanyaan siapa yang bertanya. Apalagi dia sangat ramah. Jadi, saya mengisi senang bertanya tentang segala sesuatu tentang Pare.

Setelah itu, dia mengambil saya untuk melihat sebuah kamp. Tapi, malam sudah datang; sementara itu saya tidak menemukan perkemahan. Akhirnya, kami memotong untuk melihat besok. Karena saya tidak menemukan perkemahan, dia meminta saya untuk tinggal di kampnya. Dia sangat membantu. Dia siap membantu saya. Saya tidak bisa, tapi saya setuju dengannya.

Sebenarnya, saya sangat lelah, jadi saya langsung pergi tidur. Saya hal saya tidur nyenyak. Keesokan harinya, saya bangun setengah sampai lima. Kemudian, saya pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Apakah Anda tahu, apa yang terjadi pada saya? Saya merasa malu, karena pemilik tahu tentang kedatangan saya.

Dia memarahiku. Dia memberi pemahaman. Dia berkata “jika Anda ingin menghabiskan, Anda harus mengizinkan dari kepala manusia. Saya harus meninggalkan identitas Anda dan banyak lainnya. Saya hal dia teliti. Lalu, aku minta maaf padanya tentang kesalahanku. Tapi dia berbicara lagi dan lagi. Akhirnya, saya berkata kepadanya. Jika dia menolak saya meminta maaf, saya akan siap untuk membayarnya. Tapi dia bertambah marah. Saya tidak bisa lagi. Tapi, akhirnya dia memaafkanku. Setelah itu, saya memintanya untuk mengizinkan untuk mencari kamp.

Karena teman saya punya agenda, saya pergi sendiri untuk melihat kamp. Saya pinjam siklus di sepeda. Saya pergi menggunakannya. Titik demi titik memiliki kunjungan saya, tetapi saya tidak menemukan tempat yang cocok. Di jalan, saya bertemu seseorang. Dia adalah Oky. Sebenarnya dia sama dengan saya, dia telah mencari kamp dan kursus bahasa Inggris. Jadi, kami pergi bersama untuk melihatnya.

Alhamdulillah, kita menemukan jalannya yaitu The Eagle English Course. Kami mengambil program berbicara pada waktu yang berbeda di pagi dan sore hari. Jadi saya bisa berdiri di sini karena saya memilih Daffodil sebagai mata kuliah saya. Di sini, saya bisa melihat Anda yang memiliki karakter unik. Saya menemukan guru yang baik di sini yaitu Ibu Agustin. Saya pikir dia sangat fasih berbahasa Inggris. Apalagi dia sangat luar biasa. Karena, dia memberi kami mengerti tentang bahasa Inggris. Saya harap kita bisa menirunya. Kami bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Amin.

Saya pikir cukup, saya harap cerita saya membuat Anda lebih mengerti tentang bahasa Inggris dan kami dapat mengambil keuntungan dari itu. Terima kasih, maafkan saya atas semua kesalahan. Tolong, berikan tangan yang besar.

Postingan ini ditulis oleh :

putri

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*