Lifestyle

Legenda Ki Semar dan Gunung Slamet

Ela-Runs.com Dahulu kala, Gunung Slamet sangatlah tinggi, bahkan saking tingginya hingga bisa mencapai langit. Orang-orang mendengar bahwa mereka dapat mengambil bintang jika mereka berada di puncak gunung. Tapi tidak ada yang berani pergi ke sana.

Legenda Ki Semar dan Gunung Slamet

Orang-orang takut bahwa para dewa di surga akan marah jika orang mengambil bintang. Namun, keindahan bintang-bintang membuat beberapa monyet berani pergi ke puncak gunung. Dipimpin oleh raja mereka, mereka pergi ke sana dan mengambil beberapa bintang. Kemudian, langit menjadi gelap pada malam hari. Orang-orang sedih dan para dewa marah!

Batara Guru adalah pemimpin para dewa. Dia mengadakan pertemuan. Dia mengundang Batara Narada, Batara Brama, Batara Bayu, dan lainnya. Batara Narada punya ide bagaimana menghentikan monyet. Mereka akan meminta Ki Semar untuk membantu mereka.

Baca Juga : Rawa Pening, Wisata Ambarawa Yang Sangat Menawan

Ki Semar sebenarnya adalah salah satu dewa. Dia bahkan lebih tua dari Batara Guru. Tetapi Ki Semar tidak tinggal di surga. Dia tinggal di bumi bersama anak-anaknya, Gareng, Petruk, dan Bagong. Ki Semar memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa. Dia bisa memotong puncak gunung dengan mudah. Tapi pertama-tama, dia ingin memberi pelajaran kepada monyet-monyet nakal itu. Mereka harus dihukum karena mencuri bintang-bintang. Dia kemudian mengatur rencana dengan anak-anaknya untuk menjebak monyet.

Gareng kemudian pergi ke puncak gunung. Dia memiliki tugas untuk menarik monyet agar turun dengan memberi mereka pisang. Gareng pun berhasil hingga monyet-monyet itu ikut bersama Gareng.

Kemudian setelah monyet turun dan meninggalkan puncak gunung, selanjutnya Ki Semar memotong bagian atas puncak gunung Slamet. Lau dia melemparkan potongan puncak gunung ke Cirebon yang kemudian saat ini di kenal sebagai Gunung Ceremai, sedangkan bagian yang kecil menjadi gunung-gunung kecil, seperti Gunung Clirit, Gunung Tapak, dan lain-lain.

Setelah monyet meninggalkan gunung dan mengikuti Gareng, Petruk sudah siap dengan air panas. Dia berencana menuangkan air panas ke monyet. Dia menunggu dan menunggu tetapi monyet tidak pernah datang kepadanya. Dia tidak tahu bahwa ketika monyet mengejar Gareng, mereka bertemu dengan seekor naga raksasa. Monyet bertengkar dengan naga. Sangat mengerikan sampai-sampai monyet dan naga akhirnya mati.

Karena lelah menunggu monyet-monyet itu, Petruk kemudian meninggalkan tempat itu. Dia tidak membawa air panasnya dan meninggalkannya di sana. Hingga saat ini temat itu menjadi tempat wisata pemandian air panasnya sebagai Guci. Lokasi tempat ini berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Tegal, Jawa Tengah. Tempat ini terkenal dengan air panasnya.

Itulah Legenda Ki Semar dan Gunung Slamet yang pernah dikisahkan dalam berbagai cerita. Semua kisah ini tidak ada yang tau kebenarannya. Namun setidaknya kita tahu sedikit tentang kisah kisemar dan gunung slamet 🙂

Postingan ini ditulis oleh :

putri

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*